Latest Entries »

Ikan segar nan langka

Saya tergolong Ibu yang jarang menyajikan ikan bagi keluarga di rumah, dalam seminggu menu ikan biasanya hanya muncul 2 hari saja. Itupun terbatas pada ikan Tuna, Selar, Bawal darat dan laut , ikan MAs serta Bandeng….untuk ikan-ikan yg lain jarang sekali mungkin 1 bulan sekali seperti ikan Kakap, TEnggiri dan KEmbung. 1 Hal yang sering membuat saya malas menyajikan ikan karena sangat sulit mencari ikan yang segar di Depok. Ironis padahal INdonesia adalah negara dengan laut yg lebih luas dibandingkan daratan, tapi pengelolalaan sumber daya kelautannya menyedihkan…..
Korupsi juga menjadi hal yang tanpa disadari menjadi budaya yang sangat lekat dengan bangsa ini bahkan sampai ke nelayan dan penjual ikan…
Beberapa tahun lalu ramai diributkan orang mengenai formalin yang seharusnya menjadi pengawet mayat di rumah sakit kini banyak digunakan untuk pengawet segala macam protein, mula dari ikan hasil tangkapan laut, ayam dan bakso…itu salah satu bentuk korupsi rakyat kecil dibidang pengolahan pangan.
Saya pernah lihat di tukang sayur ikan kakap putih yang diberi pewarna merah jambu yang terang dan tukang sayur tersebut bilang itu kakap merah….parahnya lagi saya beli juga itu ikan….padahal seingat saya kakap merah tidak “pink” seperti ini warnanya, jadi saya cuci bersih2 kulit saya buang sehingga tinggal dagingnya yg tak berwarna pink yang saya konsumsi. Pertimbangan saya selama dagingnya segar tak apa, sayang kalau dibuang….
PErnah juga saya beli ikan bawal laut putih bungkusan 1/2 kg yang didalamnya terdapat 3 ekor ikan. Setelah digoreng ternyata 1 ekor di setiap 2 bungkus yg saya beli bau sewaktu digoreng seperti bau ikan asin, tidak segar….
Ikan patin yg jelas-jelas ikan air tawarpun juga sama, pernah saya beli ikan patin yg ketika dibuat sup baunya sangat amis dan rasanya tawar, artinya yang dijual ikan kemarin.
Saya pernah membuang 1 panci besar tekwan ikan tenggiri karena ketka saya cicipi rasa tekwannya tawar tak ada gurih sedikitpun, betapa sakit hatinya saat itu sudah beli mahal2 ikan tenggiri, dimasak dengan gas dan waktu yang terbuang untuk mengerjakan hidangan yang tak bisa disajikan ……itu juga bentuk korupsi di bidang perikanan.
Sejak saat itu saya hanya konsumsi ikan yang saya yakin2 segar, seperti ikan tuna yang potongannya besar dan mudah dideteksi rupanya, ikan Gurame yang masih hidup tentu saja, ikan patin yang jika sudah dijual dalam bentuk potongan darahnya masih merah segar tidak pucat.
Suami saya yang golongan pencinta ikan bahkan ikan mentah pernah bilang, makan Sushi kalau di Indonesia sih…tunggu dulu deh.!!
Bagaimana caranya orang Jakarta dan Depok bisa seperti orang Sulawesi yang familiar dengan keragaman hasil laut negeri sendiri yang segar tentunya , hingga anak-anak kita mudah mengkonsumsi ikan tanpa perlu kampanye untuk mengkonsumsi ikan…sungguh ikan itu sangat gurih,enak dan sehat….

Supir amatir

Meskipun sudah hampir 7 tahun aku bisa mengendarai mobil, tapi pengetahuanku tentang jalan sangat minim. Sebelumnya aku terbiasa naik kendaraan umum kemana2 mana jadi rute yg kutahu ya rute angkutan umum.
Sampai detik ini rute bermobil yg sering kulalui hanya dari Depok ke tempat ibu (di BSD) dan ibu mertua (di Cipete) , dari Depok ke kampus UHAMKA . Jika diminta mengantar ke Stasiun Senen, Gambir atau hanya ke Jatinegara aku angkat tangan deh….Bukan apa-apa , pertimbangannya jika jalan jauh2 bawa 5 anak nyasar di jalan gak kebayang repotnya, belum lagi kalau nyasar kena macet pula….
Belum lagi urusan parkir, jika parkirnya model di mall aku masih bisa karena tersedia sesuai ukuran mobil tapi kalau model parkir seperti di UHAMKA pusiing juga kalau tempatnya asing karena campur baur dengan motor dan pedagang kaki lima.
Sewaktu kakak di Medan dinas ke Jakarta, aku berniat menjemputnya tentu saja dengan didampingi suami. Ternyata untuk tujuan yg jelas seperti bandara petunjuknya lebih mudah karena tinggal ikuti petunjuk jalan yg ada. Padahal dulu sewaktu aku masing tinggal dekat kebayoran Lama, lewat daerah Grogol bingung…macam orang ndeso, nih jalan layang berlapis-lapis gini….yang mana ya jurusan bandara Soeta…:P, kalau naik DAMRI atau taksi sih, tinggal merem juga sampai… Akhir cerita berdasarkan pentunjuk jalan tadi sampai juga ke Cengkareng….itu adalah jarak terjauh yg pernah ku tempuh selama bisa nyetir.
Sampai kemarin senin, anak2 libur dan aku sedang tak sibuk, kebetulan suami di Yogya dan akan pulang siangnya by plane. Aku fikir kapan lagi bisa jemput suami sambil santai begini…so meski tak direncanakan kuminta anak2 bersiap dengan berbagai macam perlengkapan dan perbekalan…jadilah aku as the driver sampai di Soeta , sekali lagi hanya dengan mengikuti petunjuk jalannya saja…..Bandara I am coming…….

Ayam bakar bumbu sate manis

Resep ayam bakar yg kemarin arisan, judul dg rasanya gak matching, tapi sudah dari sananya begitu…yg harus diingat bumbunya ada 10 macam

Bahan:
Ayam 2 ekor dipotong masing2 12 potong
1 butir kelapa ambil santan kentalnya saja 300 ml

Bumbu:
1. Bawang putih 7-9 siung
2. Bawang merah 13-15 siung
3. 2 batang sereh diiris tipis
4. 1,5 sendok makan ketumbar disangrai
5. 5 butir kemiri disangrai
6. Lengkuas muda 5 cm diiris tipis-tipis
7. 10 lembar daun jeruk
8. 12-15 buah cabai merah (sesuai selera)
9. gula merah 2-3 sendok makan
10 garam

cara:
1. Blender semua bumbu
2. Campurkan ayam, santan dan bumbu lalu diungkep sampai airnya
habis, (sekali2 diaduk, tapi kalau ayam negeri jgn terlalu sering
aduknya)
3. Bakar dengan arang batok kelapa supaya aromanya khas, sisa bumbu
dipanaskan lagi sebentar dan siram di atas ayam yg sudah dibakar.

saya buat 2 ekor karena pasukannya banyak, jadi sudah berasap2 sekalian buat yg banyak, tapi kalau ayam kampung mah 1 ekor aja, mahal..:)
oke teh Deti, selamat mencoba….

Home, finnally Alhamdulillah

Setelah hampir 8 bulan jadi kontraktor , 8 bulan stress ngawasin tukang, protes sana-protes sini, bongkar pasang, belanja sana-sini, alhamdulillah, meski dengan berbagai kekurangan akhirnya selesai juga project renovasi ini . Finishing menurut kami lebih bagus tukang yg pertama tapi untuk konstruksi insyaAllah kami lebih nyaman dengan yg sekarang, karena ngikutin desainnya Kak ALfi , kawan yg arsitek juga, yg desainnya menurut kami unik, jadi harus benar2 diperhitungkan konstruksinya..(bisa dilihat di desain dan layoutnya). Kalau search di google tentang cross ventilation mungkin anda akan lihat seperti itulah konsepnya.
Tapi betul, minggu pertama kami tinggal di sini semua kena flu karena tidur di lantai atas yg mengadopsi teknik cross ventilation. Dingiin seperti di puncak dan anginnya ituloh too much…..
kadang kalau malam saya sering menghangatkan diri di ruang jemur yg masih lumayan hangat saking dinginnya di dalam ruangan..
Bayangkan teman….jika di luar angin bertiup kencang begitu juga di ruang tengah lantai atas…suhu luar rumah dan dalam rumah hampir sama…brrrrrrrr….
dari situ saya baru paham bagaimana cross ventilation itu diaplikasikan….

tampak depan

tampak depan

Tampak depan

tampak depan pola, bata dan warna hijau dipertahankan, hanya tiang bulatnya berubah jadi balok

Hijau bertahan

Pelajaran baru tentang warna adalah, ternyata kesan tentang warna tergantung dari intensitas cahaya matahari yang datang ke bidang tersebut, meskipun warna cat di beberapa bidang sama, tapi karena posisinya terhadap jatuhnya sinar matahari ke bidang tersebut berbeda, menghasilkan kesan warna yg beda pula. Warna mocca kelihatan lebih tua jika ada di posisi yg tidak langsung terkena matahari, apalagi jika di tempatkan dioutdoor gak ada mocca2nya, harus yg lebih tua dari mocca untuk dapat kesan mocca di luar…
Hijau yg kami pakai hijau weather shield oplosannya Dulux, masih mempertahankan warna hijau rumah lama, soalnya teduh…..lihatnya apalagi dikombinasi dengan warna bata, kesannya tambah alami…
warna putih pada dinding2 samping untuk menguatkan warna olivenya listplank dan konsol, jadi kontras gitu….
Coklat di depan dengan ban warna putih karena sulit mendapatkan kesan mocca di luar rumah, sekalian saja kami pilih coklatnya dulux yg juga ngoplos sendiri.
Belajar dari yg lalu ternyata Dulux weather shield ok punya 5 tahun gak ada pudar dan ngelotok kecuali dia ngelotok kena rambatan akar tanaman…waduh bukan promosi kok :)

tanah , batu dan pohon

tanah , batu dan pohon


lantai atas minimalis

lantai atas minimalis

bAlok ukiran tahun 1966

ukiran tahun 1966

Balok yang melintang di tengah-tengah diambil dari limas kakek di yogya, ada ukiran di sana dan tertulis tahun pendirian limas tersebut 1966, jadi usia kayu nya bisa dihitung sendiri…balokan ini pas terpasang di ruang terdepan lantai atas walaupun tanpa perencanaan sama sekali,balok tersebut sama sekali tak dipotong langsung dipasang klop aja…. itu namanya jodoh.

tampak depan kiri rumah

tampak depan kiri rumah


Awalnya bingung dengan glassblok yg dipasang di ruang bawah tangga, supaya tidak gelap dan tidak panas karena menghadap barat maka kami memutuskan menggunakan glassblok, tapi karena takut terlihat seperti di kamar mandi maka kami susun vertikal dengan jarak antara, dan tampak luarnya dibuat seperti tiang2 ekspos yg menonjol, lumayan bagus walaupun rumah jadi seperti minimalis..

Bulan ke 7

Kelihatannya tinggal sedikit, tapi ternyata masih lama ya…..

Kapan pindah???

Void dg background motif bata

Void dg background motif bata


Sabar-sabar, sepertinya masih beberapa minggu lagi , hasil sementara sebagai berikut:
Tahapan finishing sudah sampai ngecat dan pasang granitnya, ternyata my husband betul, granitnya kekecilan harusnya ukuran 60 cm biar gak jomplang dg luas bangunannya. Hehe sorry ya darling …. , saya fikir karena kamar tidurnyanya gak terlalu luas cukup dg 40 cm ternyata ruang kerjanya yg jadi jomplang ya…..
pilihan warna seperti rumah pertama sebelum renovasi, mengacu pada “book of color” tema yg diambil warna “olive-nya jotun (ngoplos sendiri)” dan padanannya putih, sementara untuk interior temanya “mocca-nya catylac” dan padanannya warna pastel biru dan hijau, yg penting enak dilihat hasilnya belum lagi di foto…sabar ya

Bulan-bulan penuh stress

Bulan ke 5 sampai ke enam, bulan penuh stress,tahapan sampai ke bentuk fasad shga finishing harus baik.
Baru terlihat , mana kerjaan yg rapi, mana yg tidak, saya mulai banyak komplain ke tukang, tapi karena si tukang ngeyel terus, saya sampaikan ke pemborong.
Sekarang saya lebih rajin lihat progressnya biar bisa koreksi dari awal.
Tapi sepertinya mmundur 1 bulan dari jadwal semula tak jadilah tahun baru, rumah baru.

Bulan ke 5

Bulan ke 4

Genteng naik kembali, tahapan plester dan aci

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.