Setelah cari sana dan sini , baca sana dan sini sampai pergi ke pameran akhirnya batal pakai keraton , Hebel jadi pilihan terutama karena tukangnya ternyata gak pengalaman masang keraton, tapi Hebel…, ya daripada dak biasa yg bakalan butuh banyak perancah , kami pilihlah si Hebel ini…
ukuran yg digunakan : ……. (ukuran terkecil karena diperuntukkan rumah, tebal kalau gak salah 12,5 cm panjangnya 1,5 m dan lebar….) untuk proses dan hasilnya
Hal-hal yg kami pertimbangkan dalam pemilihan material dak
:
1. Yg paling utama kami ingin meminimalisir kerusakan yg terjadi di lantai bawah, hal ini terbukti, lantai bawah masih sgt layak untuk dipertahankan meskipun tidak 100% mulus, ada sedikit cacat dibeberapa tempat, kalau ingin perfeksionis ya semua cacat itu harus diganti, tapi masih jauh lebih murah dibandingkan ganti lantai baru yg 2 kali kerja , bongkar dan pasangnya dan materialnya tentu saja.
2. Menghemat waktu, hal ini memang benar-benar lebih hemat pekerjaan pemasangan untuk luasan 120 m persegi dikerjakan tak lebih dari seminggu dg tenaga 8 orang. Tak usah tunggu kering dan lantai bawah tetap bisa digunakan (untuk aktifitas tukang maksudnya, kalau kita mah ngontrak rumah)
3. Menghemat biaya, belum pernah dibandingkan sih antara dak beton, keraton atau hebel, tapi yg jelas dari sisi pengeluaran untuk papan cor dan perancah kita nggak ada, papan dan kayunya nanti juga susah buang sampahnya, prakteknya pasti dibuang semua, besi kita tetap pakai, tapi hanya besi 10 saja dan tak sebanyak keraton , apalagi dak beton. Adik saya yg hanya ngedak sekitar 24 an meter persegi pun nyesel karena gak pilih Hebel, dia pakai yg konvensional, jatuhnya mahal katanya, untuk besinya terutama. Yang mahal dari Hebel adalah semennya, harganya lebih mahal dibanding semen portland.
4. Yg terakhir hasilnya lumaya tuh dengan proses water proofing, tak ada bocor sedikitpun dibalkon depan , kalau tampias air menggenang, tapi alhamdulillah sampai hampir 2 tahun ini tak ada tak ada setetespun air jatuh dibawahnya, begitu juga teras belakang dan ruang cuci jemur tak ada yg bocor, hanya di kamar mandi atas ada sedikit bocor karena ada nat di sudut dinding yg siku tidak rapat, setelah diberi nat bocor berhenti.
Hal2 yg perlu diperhatikan nanti dalam pemasangan Hebel adalah :

a. berapa luas lantai yg akan didak, karena minimal pemesanan harus 1 kubik,
b. kemudian membawa platnya ke atas juga punya teknik tersendiri, ruang dibawah harus cukup luas untuk bisa memberi ruang saat menarik plat ke atas,
c. peralatan untuk bawa plat itu ke atas, talinya itu loh, untung tetangga punya tambang kapal, jadi tambang itu deh kita pinjam dan memang tambangnya harus yg benar2 kuat, beratnya ck, ck (kata yg ngerjain sih, saya mah lihatnya aja dah pegel otot…)
d. ukuran ruang yg akan didak, kalau ruang kita dari as ke as 3 meter tidak bisa pakai ukuran yg panjang plat 3 meter tapi harus 3 meter lebih, karena harus ada bagian yg menumpang ke dinding, pakai 1 ukuran diatasnya untuk panjangnya.

Jadi untuk anda yg hendak mengedak, silahkan tentukan apakah plat siap pakai itu lebih cocok untuk anda , saya hanya share pengalaman pribadi, semoga dapat memberikan inputan yg baik buat anda.

Dak Hebel

Dak Hebel