Latest Entries »

Di kantor saya dicap sebagai orang yanng rajin membawa bekal makan siang dari rumah, namun yang teman-teman saya tidak tahu adalah bahwa kadang bekal itu bukan masakan yang baru saja saya masak tapi sarapan yang tidak habis seperti nasi goreng, soto atau sayur lodeh dan tumis sisa makan malam yang saya yakin anak-anak di rumah sudah bosan memakannya ( tipikal ibu-ibu selalu menghabiskan yang sisa).
Namun dari reaksi teman-teman, saya bisa menangkap kesan bahwa masakan-masakan tersebut bagi mereka sangat spesial karena “home made” (padahal menunya kadang tidak jauh beda dengan warteg sebelah kampus). Jika ada teman-teman yang membawa makan siang kadang mereka lapor, “Bu Dwi saya juga bawa bekal dong”, dan saya juga senang mengintip menu-menu yang mereka bawa. Namun yang sering membuat saya terharu jika melihat bapak-bapak yang membawa bekal karena jadi teringat suami.
Saya ingat ucapan suami yang kadang saya bawakan makan siang (khusus untuk beliau tidak saya bawakan makanan sisa loh). Suami pernah bilang: “Saat sudah seharian berkutat dengan urusan kantor yang melelahkan lalu rehat sebentar dan membuka bekal makan, maka hati menjadi sejuk karena ingat dengan yang memasak dan menyiapkan di rumah ( yang memasak dan menyiapkan kadang bukan orang yang sama, saya yang masak lalu ibu mertua yang menyiapkan ke dalam wadahnya, jadi suami bilang yang memasak dan menyiapkan karena dia ingat istri dan ibunya di rumah he he…). Lalu saya sambung “Istimewanya lagi makanan dari rumah itu apapun yang dimasak selalu enak karena diberi bumbu cinta dan dedikasi seorang istri, belum lagi sehat dan juga irit di kantong, ” ( lebay habisss ).
Itu yang membuat saya terharu dan jika sempat selalu berusaha membawakan bekal untuk suami meskipun yang saya masak hanya “pisang kukus”. Karena bagi saya kalimat yang diucapkan di atas adalah salah satu bentuk penghargaan suami pada istrinya. Timbal balik (dedikasi dan penghargaan) ini akan menguatkan tali kasih antara keduanya.
Mungkin ini salah satu cara bagi ibu-ibu untuk selalu bisa membuat suami mengingat dan menghargainya meskipun sedang di kantor.
Semoga menginspirasi…..

Resep yang saya peroleh dari alm Bu Ella tetangga depan rumah yg asli betawi.
Sudah 5 kali buat rasanya selalu manis, dan tidak ada yg ngletis (kata orang jawa jika ada ketan yg belum tanak). Idul fitri tahun ini saya buat juga dan ini sudah tahun ke 3 saya selalu buat menu ini tiap hari raya, dan beberapa kali kadang jika ingin bawa makanan u teman-teman di kampus.
Bahan:
1 liter ketan hitam yang sudah di sosoh
1 liter ketan putih kualitas 1
1 butir ragi haluskan (sebelumnya dijemur terlebih dahulu)

Cara:
1. Cuci bersih dan rendam selama 12 jam ketan hitam dan putih (gabung saja)
2. kukus ketan sampai 1/2 matang
3. Masih tetap dalam langseng/sarangan angkat dan siram dengan air dingin sambil diaduk rata,
4. kukus kembali sampai matang
5. Angkat dan letakkan di wadah yang rata tunggu sampai dingin
6. Ayak ragi yang sudah dihaluskan secara merata di atas ketan yg sudah dingin, balik2 sampai rata.
7. masukkan dalam wadah yang ada tutupnya, (kalau saya wadah yang transparan sehingga terlihat proses fermentasinya).
8. Tutup wadah dan simpan, tunggu 2×24 jam

Jika sudah segera dibuka dan masukkan kulkas untuk menghentikan proses fermentasi. Jika di sumatera barat bisa dinikmati dengan ketupat ketan atau lemang, di betawi dengan uli.
Selamat mencoba.

Support untuk yang Hobi menggambar

Berikut beberapa karya Hana hasil mewarnai dikelas 2, karena menurut kami dia lebih menonjol bakat menggambarnya kami dukung dengan mengikutkannya di ekskul mewarnai. Mendukung dari belakang, dan mencoba memberi semangat.

bunga

Hana belajar mewarnai dengan krayon

Ini salah satunya hasil karya Hana, beberapa yang lain dapat dilihat di Galeri Hana

Sejak mulai sekolah di Play Grup, Hana , putri ku yg ke 4 tak pernah mau menggunakan jilbabnya. Jangankan jilbab, seragam muslimah yg disediakanpun tak pernah mau digunakannya kecuali pakaian olah raga, karena yg ini netral (pria wanita sama kecuali jilbabnya). Apakah dia tomboy saya sendiri tidak menilainya begitu, memang pilihan modenya sangat maskulin, sejak usia 2 tahun tak mau lagi pakai dress. Waktu Ultah yg ke 3 dia diberi hadiah Tantenya batik dress model balon yg sedang trend, dia menangis waktu saya memakaikannya, sejak itu baju2 perempuan turunan kakak-kakaknya tak pernah lagi digunakan. Bahkan untuk sholat dia tak mau menggunakan mukena !! Dalam hal pilihan mainanpun dia lebih suka main mobil dan robot, boneka tak pernah disentuhnya. Jika menggambarpun yg digambar selalu mobil dan rumah, tak pernah sekalipun menggambar bunga. Saya lebih melihatnya sebagai pengaruh dari kakak laki-laki di atasnya, mereka berdua sangat kompak (mungkin dari segi usia yg lebih dekat 3 tahun) sementara dengan 2 kakak perempuan yg lain Hana tidak sering bermain bersama.
Pilihan teman mainpun begitu juga, dia tak pernah mengajak teman perempuannya main, yg dia panggil hanya teman2 laki2 saja, walaupun kadang dia juga bermain dengan yg perempuan juga. Permasalahan timbul saat dia mulai sekolah di TK, berbagai macam analisis dan saran diberikan baik dari guru sekolah , pengurus yayasan sekolah dan psikolog sekolah karena melihat kondisi Hana yang seperti itu. Ada pula orang tua murid lain yg menyapa, kenapa Hana tak pernah mau menggunakan seragam , saya hanya menjawab Hana belum mau sambil memberi kode, agar pertanyaan jangan dilanjutkan.
Pada awalnya ada guru yg selalu bertanya ke Hana mana jilbabnya, tapi lama-kelamaan bosan barangkali, ditambah lagi di sekolah Hana juga tak banyak bergaul dengan teman2 perempuannya juga jarang bicara?? (hal ini yang paling mengkhawatirkan saya), Hana belum bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik, dia hanya menangis, senyum ataupun cemberut sesuai dengan suasana hati, tanpa bisa mengatakan dengan kata-kata. Padahal di rumah dia pandai bernyanyi dan periang.
3 tahun selama di TK (PG, TK A dan TK B) dilaluinya seperti itu, hanya dalam urusan interaksi dengan teman dia banyak kemajuan, meskipun masih selalu dengan teman laki-laki bahkan di kelas sebelah… tapi dengan bu Guru dia masih agak sulit berkomunikasi. Sampai suatu saat ketika sekolah akan membuat foto untuk sertifikat, disini saya jadikan momentum untuk dapat membujuk Hana menggunakan jilbab dengan mengatakan jika Hana tidak pakai jilbab nanti tidak bisa difoto, lalu ijazahnya diisi foto siapa, lulusan TKIT kan harus difoto berjilbab. Di sini dia baru mau menggunakan seragam putri lengkap dengan jilbabnya meskipun sampai di sekolah matanya berkaca-kaca dan tak mau lepaskan tangan saya, saya fikir anak ini masih malu, sehingga menangis. Tetapi dengan bantuan gurunya yang seolah-olah tidak heran karena Hana mau berjilbab, Hana mau lepas dari genggaman saya walaupun masih berlinang air mata.(sang guru akting dengan wajar seolah2 Hana pakai jilbab sudah biasa).
Setelah hari itu subhanallah, Hana tak pernah lepas dari jilbabnya bahkan ketika kegiatan outbond , saat anak2 perempuan lain ada yang merengek minta lepas jilbab dia kukuh bertahan dengan jilbabnya, para guru sampai kagum.. (menurut cerita seorang guru, guru2 TK A dan TK Bnya sampai sujud syukur karena senangnya Hana mau berpakaian muslimah).
Di hari pelepasan lulus TK pun baru kali ini saya menitikkan air mata haru, dari 4 anak yg sudah saya lepas di TK baru kali ini saya menangis bahagia mengingat perjuangan Hana selama di TK, semoga manjadi anak yang selalu istiqomah dan berani ya Hana, bungaku yang cerdas….amiin
Hikmahnya untuk menghadapi anak2 dengan berbagai karakter, kita harus sabar dan berdoa, jika semua usaha telah kita upayakan tapi belum berhasil. Memang sulit, tapi untuk anak2 yang lain sayapun sedang berusaha selalu bersabar karena Allah juga menganugrahi saya dengan lima anak yang punya karakter2 unik dari masing-masingnya….semoga selalu diberkahi kesabaran, kesehatan untuk mendampingi anak2ku.

………Sembilan bulan berikutnya….

Hana di kelas 1 SD semester 2, tidak lagi selalu bermain dengan teman laki-laki, tapi teman perempuan, bahkan ada 1 orang yang cukup akrab. Mulai di hari pertama sekolah sampai saat ini , tak ada perlawanan atau keberatan sedikitpun dalam hal berseragam muslimah. Meskipun tergolong anak kalem tapi interaksi sosial dengan teman-temannya menurut gurunya baik (Alhamdulillah). Han, semua itu indah pada waktunya ya….

artikel selanjutnya tentang anak yang mengalami gangguan selective mutism..

Hana (tengah) dengan pakaian perpisahan di TK

Hana (tengah) dengan pakaian perpisahan di TK


Hana jalan-jalan ke Jogja dengan Papa.

Hana jalan-jalan ke Jogja dengan Papa.

Yang Kecil Yang Sehat

Akhir pekan lalu kami sekeluarga plus eyang putri jalan-jalan ke Lembang. Jam 6 berangkat dari Depok dan sekitar jam 10 lewat sampai di Bosscha dengan catatan mampir-mampir dulu di 1 rest area dan sedikit belanja di minimart di pinggiran Bandung. Sampai di Bosscha kami sudah terlambat 30 menit dari rombongan yang jam 9.30 pagi, jadi langsung nyusul saja, sehingga kami hanya kebagian sedikit penjelasan tentang teropong yang ada di Gedung beratap bundar itu loh, penjelasan sepertinya diberikan oleh fresh graduatenya Astronomi ITB dan setelah dari sana ada ruang multimedia dimana kita dijelaskan mengenai susunan tata surya dan jarak2 antara galaksi2 yang ada di luar angkasa dengan bumi.
Setelah dari Bosscha, makan siang di Rumah Strawberry chek in di villa sorenya sekitar jam 4 kita jalan ke Curug cimahi yang jaraknya sekitar 2 km dari villa, smapai di sana kami baru tahu bahwa untuk bisa sampai ke curug harus turun tangga sebanya 560 anak tangga, jadi si Papa berunding siapa yang sanggup turun dan siapa yang kira2 kalau ikut akan mungkin menjadi beban untuk naiknya kembali. Eyang putri langsung bilang kalau Eyang si nggak masalah , yang kami cemaskan fakhri 8 tahun dan Hana 5 tahun yang kami prediksi mnungkin akan jadi beban jika nanti minta gendong, karena si bungsu 2 tahun sudah pasti harus di gendong. Sementara 2 teratas Nadi a15 tahun dan Faza 10 tahun kami yakin sudah bisa bertanggung jawab jika sudah menyatakan sanggup.
Akhirnya dengan semangat kami mulai menuruni 560 anak tangga tersebut . Sepanjang perjalanan turun kami bertemu beberapa orang yang naik, ada sepasang suami istri 50 tahunan yang bercucuran keringat dan terengah-engah sambil bersandar di railing tangga, dan bilang belum separuh perjalanan naik. Ada rombongan anak muda ditangga yang lebih ke bawah mendaki dengan mengeluh dan berpeluh yang juga membuat nyali kami ciut. Tapi yanng paling menciutkan nyali ketika serombongan gadis remaja di anak tangga yang lebih bawah lagi bertegur sapa dg rombongan kami dan juga berpeluh serta terengah-engah berkata, “Ibu jangan turun ke bawah deh, takutnya nanti gak bisa naik”.
Sesudah mereka berlalu Eyang berkata, “Anak muda bukannya memberi semangat malah mematikan harapan !”
Aku yang sedari tadi sudah memohon untuk bisa menunggu di kira2 3/4 jalan juga turut menggoda Eyang , untuk berhenti sampai di sana. AKu, Eyang dan si bungsupun berhenti di tangga yang kira-kira masih kurang 50-60 step lagi. Dari sana kami mengawasi 5 orang yang turun sampai ke air terjun. Saya memperhatikan Hana dan fakhri yang begitu riang main air di kolam di mana air terjun itu tumpah. Tinggi air terjunnya katanya sekitar 350 meter, bisa dilihat energi potensial yang dimilki air terjun setinggi itu membuat daun -daun disekiutar curug tersebut bergoyang-goyang terkena angin yang ditimbulkan akibat kecepatan turun air tersebut Ep = mgh v=V2gh, v=v2.9,8.350 m berapa coba hitung sendiri.
Setelah cukup lama Papa, Nadia , Hana , Faza dan Fakhri main2 di air terjun kami putuskan untuk segera naik karena hari sudah menjelang sore. Semula saya khawatir Hana atau Fakhri akan kesulitan untuk naik ke atas. Tapi ternyata 2 orang tersebut adalah yg pertama sampai di atas , mendaki 560 anak tangga tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan karena terlalu lama menunggu yg lain di puncak tangga, mereka kembali turun untuk menjemput kami yang masih terseok2 di bawah. Subhanallah anak2 itu kecil2 kuat juga malah kakak2nya yang loyo dan sering berhenti untuk tarik nafas.
Kesimpulannya jangan remehkan segala sesuatu yg kelihatannya lemah sekilas lihat padahal justru bisa jadi yg kecil itu malah lebih kuat.🙂. Kami semua terkagum2 dengan kekuatan Hana dan Fakhri dan bersyukur ternyata gak percuma kegiatan bermain fisik yg sering mereka lakukan karena menjadikan mereka terbiasa dengan aktifitas fisik yg berat seperti ini..

Mpek-mpek Ikan Kakap

Ternyata mpek2 bukan hanya dimonopoli dari tenggiri, belida dan gabus. Coba jika ketiga ikan tersebut sulit didapat tetapi anda punya kakap putih rasanya tidak kalah dari ketiga ikan di atas , berikut resepnya:
1. 1 kg daging ikan kakap putih haluskan (saya dengan blender saja dan dengan sekitar 100 ml air es)
2. 1 kg tepung sagu
3. 300 ml air es
4. 2 s.m garam
5. 12 siung bawang putih
6. 1 batang daun bawang
7. 3 s.m minyak kelapa/santan jika ada
8. 2 butir telur ayam

Bumbu kuah:
1. 10 s.m asam matang
2. 250 gr gula merah
3. 5 siung bawang putih
4. 1 s.m ebi
5. garam 1 s.m
6. 5 buah cabe rawit
7. 700 ml air
8. minyak sayur 1 s.m
9. air untuk merebus 3 liter

Cara:
1. larutkan garam ke dalam air es,
2. Haluskan bawang putih
3. campur bawang putih dengan ikan, aduk hingga rata,
4. masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit ke ikan bergantian dengan air es (jangan bersamaan tapi diselang-seling) campur sagu aduk, campur air aduk dan seterusnya sampai sagu habis
5. a.jika sudah kalis pisahkan menjadi 3 bagian
5. b. Rebus air hingga mendidih
6. ambil 1 sendok makan adonan dari yg 1/3 buat bulat lalu dilonjongkan dan rebus dengan air yg sudah dimasukkan sedikit minyak, jika sudah mengapung angkat dengan saringan, jadilah si Lenjer. Ulang sampai 1/3 adonan tadi habis
7. kocok telur , ambil 1 sendok makan dari 1 bagian yg lain bentuk bulat dan lonjong seperti lenjer lalu dengan telunjuk tekan ujung lenjer tadi sampai dalam sehingga berlubang, masukkan 1 s.m telur jgn sampai penuh, kemudian tutup adonan tadi dengan memijit jadi satu tepi lubang lenjer, sampai berbentuk kapal selam, rebus langsung jangan ditunda sebab nanti telurnya merembes, angkat jika sudah mengapung . Jadilah Kapal selam
8. 1 bagian adonan sisanya, campur dengan daun bawang yang sudah diiris tipis dan minyak kelapa. Goreng dengan minyak panas sampai kekuningan, jadilah Ada’an.

Cara membuat bumbu kuah:
1. Rendam ebi dengan air hangat selama 5 menit dan haluskan bersama bawang putih dan cabe
2. Rebus air hingga mendidih masukkan gula merah, asam jawa dan bumbu di atas yg telah halus dan garam, jika sudah larut matikan api.

sajikan mpek2 tadi dengan timun, rasanya mmmmhhh tak cukup sekali, pasti minta tambah lagi.

Ikan segar nan langka

Saya tergolong Ibu yang jarang menyajikan ikan bagi keluarga di rumah, dalam seminggu menu ikan biasanya hanya muncul 2 hari saja. Itupun terbatas pada ikan Tuna, Selar, Bawal darat dan laut , ikan MAs serta Bandeng….untuk ikan-ikan yg lain jarang sekali mungkin 1 bulan sekali seperti ikan Kakap, TEnggiri dan KEmbung. 1 Hal yang sering membuat saya malas menyajikan ikan karena sangat sulit mencari ikan yang segar di Depok. Ironis padahal INdonesia adalah negara dengan laut yg lebih luas dibandingkan daratan, tapi pengelolalaan sumber daya kelautannya menyedihkan…..
Korupsi juga menjadi hal yang tanpa disadari menjadi budaya yang sangat lekat dengan bangsa ini bahkan sampai ke nelayan dan penjual ikan…
Beberapa tahun lalu ramai diributkan orang mengenai formalin yang seharusnya menjadi pengawet mayat di rumah sakit kini banyak digunakan untuk pengawet segala macam protein, mula dari ikan hasil tangkapan laut, ayam dan bakso…itu salah satu bentuk korupsi rakyat kecil dibidang pengolahan pangan.
Saya pernah lihat di tukang sayur ikan kakap putih yang diberi pewarna merah jambu yang terang dan tukang sayur tersebut bilang itu kakap merah….parahnya lagi saya beli juga itu ikan….padahal seingat saya kakap merah tidak “pink” seperti ini warnanya, jadi saya cuci bersih2 kulit saya buang sehingga tinggal dagingnya yg tak berwarna pink yang saya konsumsi. Pertimbangan saya selama dagingnya segar tak apa, sayang kalau dibuang….
PErnah juga saya beli ikan bawal laut putih bungkusan 1/2 kg yang didalamnya terdapat 3 ekor ikan. Setelah digoreng ternyata 1 ekor di setiap 2 bungkus yg saya beli bau sewaktu digoreng seperti bau ikan asin, tidak segar….
Ikan patin yg jelas-jelas ikan air tawarpun juga sama, pernah saya beli ikan patin yg ketika dibuat sup baunya sangat amis dan rasanya tawar, artinya yang dijual ikan kemarin.
Saya pernah membuang 1 panci besar tekwan ikan tenggiri karena ketka saya cicipi rasa tekwannya tawar tak ada gurih sedikitpun, betapa sakit hatinya saat itu sudah beli mahal2 ikan tenggiri, dimasak dengan gas dan waktu yang terbuang untuk mengerjakan hidangan yang tak bisa disajikan ……itu juga bentuk korupsi di bidang perikanan.
Sejak saat itu saya hanya konsumsi ikan yang saya yakin2 segar, seperti ikan tuna yang potongannya besar dan mudah dideteksi rupanya, ikan Gurame yang masih hidup tentu saja, ikan patin yang jika sudah dijual dalam bentuk potongan darahnya masih merah segar tidak pucat.
Suami saya yang golongan pencinta ikan bahkan ikan mentah pernah bilang, makan Sushi kalau di Indonesia sih…tunggu dulu deh.!!
Bagaimana caranya orang Jakarta dan Depok bisa seperti orang Sulawesi yang familiar dengan keragaman hasil laut negeri sendiri yang segar tentunya , hingga anak-anak kita mudah mengkonsumsi ikan tanpa perlu kampanye untuk mengkonsumsi ikan…sungguh ikan itu sangat gurih,enak dan sehat….

Meskipun sudah hampir 7 tahun aku bisa mengendarai mobil, tapi pengetahuanku tentang jalan sangat minim. Sebelumnya aku terbiasa naik kendaraan umum kemana2 mana jadi rute yg kutahu ya rute angkutan umum.
Sampai detik ini rute bermobil yg sering kulalui hanya dari Depok ke tempat ibu (di BSD) dan ibu mertua (di Cipete) , dari Depok ke kampus UHAMKA . Jika diminta mengantar ke Stasiun Senen, Gambir atau hanya ke Jatinegara aku angkat tangan deh….Bukan apa-apa , pertimbangannya jika jalan jauh2 bawa 5 anak nyasar di jalan gak kebayang repotnya, belum lagi kalau nyasar kena macet pula….
Belum lagi urusan parkir, jika parkirnya model di mall aku masih bisa karena tersedia sesuai ukuran mobil tapi kalau model parkir seperti di UHAMKA pusiing juga kalau tempatnya asing karena campur baur dengan motor dan pedagang kaki lima.
Sewaktu kakak di Medan dinas ke Jakarta, aku berniat menjemputnya tentu saja dengan didampingi suami. Ternyata untuk tujuan yg jelas seperti bandara petunjuknya lebih mudah karena tinggal ikuti petunjuk jalan yg ada. Padahal dulu sewaktu aku masing tinggal dekat kebayoran Lama, lewat daerah Grogol bingung…macam orang ndeso, nih jalan layang berlapis-lapis gini….yang mana ya jurusan bandara Soeta…:P, kalau naik DAMRI atau taksi sih, tinggal merem juga sampai… Akhir cerita berdasarkan pentunjuk jalan tadi sampai juga ke Cengkareng….itu adalah jarak terjauh yg pernah ku tempuh selama bisa nyetir.
Sampai kemarin senin, anak2 libur dan aku sedang tak sibuk, kebetulan suami di Yogya dan akan pulang siangnya by plane. Aku fikir kapan lagi bisa jemput suami sambil santai begini…so meski tak direncanakan kuminta anak2 bersiap dengan berbagai macam perlengkapan dan perbekalan…jadilah aku as the driver sampai di Soeta , sekali lagi hanya dengan mengikuti petunjuk jalannya saja…..Bandara I am coming…….

Ayam bakar bumbu sate manis

Resep ayam bakar yg kemarin arisan, judul dg rasanya gak matching, tapi sudah dari sananya begitu…yg harus diingat bumbunya ada 10 macam

Bahan:
Ayam 2 ekor dipotong masing2 12 potong
1 butir kelapa ambil santan kentalnya saja 300 ml

Bumbu:
1. Bawang putih 7-9 siung
2. Bawang merah 13-15 siung
3. 2 batang sereh diiris tipis
4. 1,5 sendok makan ketumbar disangrai
5. 5 butir kemiri disangrai
6. Lengkuas muda 5 cm diiris tipis-tipis
7. 10 lembar daun jeruk
8. 12-15 buah cabai merah (sesuai selera)
9. gula merah 2-3 sendok makan
10 garam

cara:
1. Blender semua bumbu
2. Campurkan ayam, santan dan bumbu lalu diungkep sampai airnya
habis, (sekali2 diaduk, tapi kalau ayam negeri jgn terlalu sering
aduknya)
3. Bakar dengan arang batok kelapa supaya aromanya khas, sisa bumbu
dipanaskan lagi sebentar dan siram di atas ayam yg sudah dibakar.

saya buat 2 ekor karena pasukannya banyak, jadi sudah berasap2 sekalian buat yg banyak, tapi kalau ayam kampung mah 1 ekor aja, mahal..:)
oke teh Deti, selamat mencoba….

Home, finnally Alhamdulillah

Setelah hampir 8 bulan jadi kontraktor , 8 bulan stress ngawasin tukang, protes sana-protes sini, bongkar pasang, belanja sana-sini, alhamdulillah, meski dengan berbagai kekurangan akhirnya selesai juga project renovasi ini . Finishing menurut kami lebih bagus tukang yg pertama tapi untuk konstruksi insyaAllah kami lebih nyaman dengan yg sekarang, karena ngikutin desainnya Kak ALfi , kawan yg arsitek juga, yg desainnya menurut kami unik, jadi harus benar2 diperhitungkan konstruksinya..(bisa dilihat di desain dan layoutnya). Kalau search di google tentang cross ventilation mungkin anda akan lihat seperti itulah konsepnya.
Tapi betul, minggu pertama kami tinggal di sini semua kena flu karena tidur di lantai atas yg mengadopsi teknik cross ventilation. Dingiin seperti di puncak dan anginnya ituloh too much…..
kadang kalau malam saya sering menghangatkan diri di ruang jemur yg masih lumayan hangat saking dinginnya di dalam ruangan..
Bayangkan teman….jika di luar angin bertiup kencang begitu juga di ruang tengah lantai atas…suhu luar rumah dan dalam rumah hampir sama…brrrrrrrr….
dari situ saya baru paham bagaimana cross ventilation itu diaplikasikan….

tampak depan

tampak depan

Tampak depan

tampak depan pola, bata dan warna hijau dipertahankan, hanya tiang bulatnya berubah jadi balok

Hijau bertahan

Pelajaran baru tentang warna adalah, ternyata kesan tentang warna tergantung dari intensitas cahaya matahari yang datang ke bidang tersebut, meskipun warna cat di beberapa bidang sama, tapi karena posisinya terhadap jatuhnya sinar matahari ke bidang tersebut berbeda, menghasilkan kesan warna yg beda pula. Warna mocca kelihatan lebih tua jika ada di posisi yg tidak langsung terkena matahari, apalagi jika di tempatkan dioutdoor gak ada mocca2nya, harus yg lebih tua dari mocca untuk dapat kesan mocca di luar…
Hijau yg kami pakai hijau weather shield oplosannya Dulux, masih mempertahankan warna hijau rumah lama, soalnya teduh…..lihatnya apalagi dikombinasi dengan warna bata, kesannya tambah alami…
warna putih pada dinding2 samping untuk menguatkan warna olivenya listplank dan konsol, jadi kontras gitu….
Coklat di depan dengan ban warna putih karena sulit mendapatkan kesan mocca di luar rumah, sekalian saja kami pilih coklatnya dulux yg juga ngoplos sendiri.
Belajar dari yg lalu ternyata Dulux weather shield ok punya 5 tahun gak ada pudar dan ngelotok kecuali dia ngelotok kena rambatan akar tanaman…waduh bukan promosi kok :)…

tanah , batu dan pohon

tanah , batu dan pohon


lantai atas minimalis

lantai atas minimalis

bAlok ukiran tahun 1966

ukiran tahun 1966

Balok yang melintang di tengah-tengah diambil dari limas kakek di yogya, ada ukiran di sana dan tertulis tahun pendirian limas tersebut 1966, jadi usia kayu nya bisa dihitung sendiri…balokan ini pas terpasang di ruang terdepan lantai atas walaupun tanpa perencanaan sama sekali,balok tersebut sama sekali tak dipotong langsung dipasang klop aja…. itu namanya jodoh.

tampak depan kiri rumah

tampak depan kiri rumah


Awalnya bingung dengan glassblok yg dipasang di ruang bawah tangga, supaya tidak gelap dan tidak panas karena menghadap barat maka kami memutuskan menggunakan glassblok, tapi karena takut terlihat seperti di kamar mandi maka kami susun vertikal dengan jarak antara, dan tampak luarnya dibuat seperti tiang2 ekspos yg menonjol, lumayan bagus walaupun rumah jadi seperti minimalis..