Setelah hampir 8 bulan jadi kontraktor , 8 bulan stress ngawasin tukang, protes sana-protes sini, bongkar pasang, belanja sana-sini, alhamdulillah, meski dengan berbagai kekurangan akhirnya selesai juga project renovasi ini . Finishing menurut kami lebih bagus tukang yg pertama tapi untuk konstruksi insyaAllah kami lebih nyaman dengan yg sekarang, karena ngikutin desainnya Kak ALfi , kawan yg arsitek juga, yg desainnya menurut kami unik, jadi harus benar2 diperhitungkan konstruksinya..(bisa dilihat di desain dan layoutnya). Kalau search di google tentang cross ventilation mungkin anda akan lihat seperti itulah konsepnya.
Tapi betul, minggu pertama kami tinggal di sini semua kena flu karena tidur di lantai atas yg mengadopsi teknik cross ventilation. Dingiin seperti di puncak dan anginnya ituloh too much…..
kadang kalau malam saya sering menghangatkan diri di ruang jemur yg masih lumayan hangat saking dinginnya di dalam ruangan..
Bayangkan teman….jika di luar angin bertiup kencang begitu juga di ruang tengah lantai atas…suhu luar rumah dan dalam rumah hampir sama…brrrrrrrr….
dari situ saya baru paham bagaimana cross ventilation itu diaplikasikan….

tampak depan

tampak depan

Tampak depan

tampak depan pola, bata dan warna hijau dipertahankan, hanya tiang bulatnya berubah jadi balok

Hijau bertahan

Pelajaran baru tentang warna adalah, ternyata kesan tentang warna tergantung dari intensitas cahaya matahari yang datang ke bidang tersebut, meskipun warna cat di beberapa bidang sama, tapi karena posisinya terhadap jatuhnya sinar matahari ke bidang tersebut berbeda, menghasilkan kesan warna yg beda pula. Warna mocca kelihatan lebih tua jika ada di posisi yg tidak langsung terkena matahari, apalagi jika di tempatkan dioutdoor gak ada mocca2nya, harus yg lebih tua dari mocca untuk dapat kesan mocca di luar…
Hijau yg kami pakai hijau weather shield oplosannya Dulux, masih mempertahankan warna hijau rumah lama, soalnya teduh…..lihatnya apalagi dikombinasi dengan warna bata, kesannya tambah alami…
warna putih pada dinding2 samping untuk menguatkan warna olivenya listplank dan konsol, jadi kontras gitu….
Coklat di depan dengan ban warna putih karena sulit mendapatkan kesan mocca di luar rumah, sekalian saja kami pilih coklatnya dulux yg juga ngoplos sendiri.
Belajar dari yg lalu ternyata Dulux weather shield ok punya 5 tahun gak ada pudar dan ngelotok kecuali dia ngelotok kena rambatan akar tanaman…waduh bukan promosi kok :)…

tanah , batu dan pohon

tanah , batu dan pohon


lantai atas minimalis

lantai atas minimalis

bAlok ukiran tahun 1966

ukiran tahun 1966

Balok yang melintang di tengah-tengah diambil dari limas kakek di yogya, ada ukiran di sana dan tertulis tahun pendirian limas tersebut 1966, jadi usia kayu nya bisa dihitung sendiri…balokan ini pas terpasang di ruang terdepan lantai atas walaupun tanpa perencanaan sama sekali,balok tersebut sama sekali tak dipotong langsung dipasang klop aja…. itu namanya jodoh.

tampak depan kiri rumah

tampak depan kiri rumah


Awalnya bingung dengan glassblok yg dipasang di ruang bawah tangga, supaya tidak gelap dan tidak panas karena menghadap barat maka kami memutuskan menggunakan glassblok, tapi karena takut terlihat seperti di kamar mandi maka kami susun vertikal dengan jarak antara, dan tampak luarnya dibuat seperti tiang2 ekspos yg menonjol, lumayan bagus walaupun rumah jadi seperti minimalis..