Di kantor saya dicap sebagai orang yanng rajin membawa bekal makan siang dari rumah, namun yang teman-teman saya tidak tahu adalah bahwa kadang bekal itu bukan masakan yang baru saja saya masak tapi sarapan yang tidak habis seperti nasi goreng, soto atau sayur lodeh dan tumis sisa makan malam yang saya yakin anak-anak di rumah sudah bosan memakannya ( tipikal ibu-ibu selalu menghabiskan yang sisa).
Namun dari reaksi teman-teman, saya bisa menangkap kesan bahwa masakan-masakan tersebut bagi mereka sangat spesial karena “home made” (padahal menunya kadang tidak jauh beda dengan warteg sebelah kampus). Jika ada teman-teman yang membawa makan siang kadang mereka lapor, “Bu Dwi saya juga bawa bekal dong”, dan saya juga senang mengintip menu-menu yang mereka bawa. Namun yang sering membuat saya terharu jika melihat bapak-bapak yang membawa bekal karena jadi teringat suami.
Saya ingat ucapan suami yang kadang saya bawakan makan siang (khusus untuk beliau tidak saya bawakan makanan sisa loh). Suami pernah bilang: “Saat sudah seharian berkutat dengan urusan kantor yang melelahkan lalu rehat sebentar dan membuka bekal makan, maka hati menjadi sejuk karena ingat dengan yang memasak dan menyiapkan di rumah ( yang memasak dan menyiapkan kadang bukan orang yang sama, saya yang masak lalu ibu mertua yang menyiapkan ke dalam wadahnya, jadi suami bilang yang memasak dan menyiapkan karena dia ingat istri dan ibunya di rumah he he…). Lalu saya sambung “Istimewanya lagi makanan dari rumah itu apapun yang dimasak selalu enak karena diberi bumbu cinta dan dedikasi seorang istri, belum lagi sehat dan juga irit di kantong, ” ( lebay habisss ).
Itu yang membuat saya terharu dan jika sempat selalu berusaha membawakan bekal untuk suami meskipun yang saya masak hanya “pisang kukus”. Karena bagi saya kalimat yang diucapkan di atas adalah salah satu bentuk penghargaan suami pada istrinya. Timbal balik (dedikasi dan penghargaan) ini akan menguatkan tali kasih antara keduanya.
Mungkin ini salah satu cara bagi ibu-ibu untuk selalu bisa membuat suami mengingat dan menghargainya meskipun sedang di kantor.
Semoga menginspirasi…..